PENARGETAN PELANGGAN dan PENGUMPULAN INFORMASI dalam BISNIS RITEL

PENDAHULUAN 

Dalam dunia bisnis ritel yang semakin kompetitif, perusahaan tidak lagi bisa melayani semua konsumen dengan cara yang sama. Peritel perlu memahami siapa pelanggan utamanya, apa yang mereka butuhkan, serta bagaimana perilaku belanja mereka. Dua konsep penting yang menjadi dasar strategi tersebut adalah Targeting Customer dan Gathering Information. Kedua konsep ini saling berkaitan dan berperan penting dalam menciptakan strategi pemasaran ritel yang efektif. 

PENGERTIAN TARGETING CUSTOMER DAN GATHERING INFORMATION

Targeting Customer adalah proses menentukan kelompok pelanggan utama yang menjadi sasaran bisnis. Kelompok ini dipilih berdasarkan karakteristik tertentu seperti usia, pendapatan, gaya hidup, hingga kebiasaan berbelanja.

Sementara itu, Gathering Information adalah kegiatan mengumpulkan data dan informasi mengenai perilaku, kebutuhan, serta preferensi pelanggan untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan ritel pakaian dapat menargetkan remaja dan profesional muda yang menyukai gaya simpel dan nyaman, lalu mengumpulkan data dari media sosial dan penjualan untuk menyesuaikan produk dan promosinya.

PENTINGNYA MEMAHAMI DAN MENGIDENTIFIKASI KONSUMEN

Konsumen saat ini memiliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan sebelumnya. Mereka bebas memilih kapan, di mana, dan bagaimana berbelanja. Hal ini membuat ekspektasi konsumen terhadap peritel semakin tinggi.

Oleh karena itu, peritel harus: 

  • Memahami karakteristik dan perilaku pelanggan 
  • Menggunakan data digital untuk memperoleh wawasan yang dapat ditindaklanjuti 
  • Membuat keputusan bisnis yang lebih tepat dan berbasis data 
Pemahaman konsumen yang baik akan membantu peritel bertahan dan berkembang dalam lingkungan bisnis yang kompetitif. 

    

Gambar diatas menjelaskan bahwa perusahaan harus menganalisis keenam faktor ini secara terpadu. peritel perlu memahami demografi dan gaya hidup konsumennya, mengidentifikasi kebutuhan mereka, mengantisipasi perilaku berbelanja mereka, dan merumuskan tindakan (strategi) yang tepat sambil selalu mempertimbangkan dinamika faktor lingkungan di sekitar mereka. 

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN 
Dalam proses penargetan pelanggan, terdapat enam faktor utama yang harus dianalisis secara terpadu:
1. Demografi 
Demografi merupakan data populasi yang objektif dan mudah diukur, seperti:
  • usia dan jenis kelamin 
  • pendapatan dan pekerjaan 
  • pendidikan 
  • status keluarga dan ukuran rumah tangga
data demografi membantu peritel mengelompokkan konsumen secara jelas dan terukur. 

2. Gaya Hidup 
Gaya hidup menggambarkan cara konsumen menjalani kehidupan dan menghabiskan waktu serta uangnya. Gaya hidup sangat dipengaruhi oleh demografi dan tingkat pendapatan.
Sebagai contoh, konsumen dengan pendapatan tinggi cenderung memiliki penghasilan diskresioner, namun seringkali memiliki waktu belanja yang terbatas. Hal ini mendorong peritel untuk menyediakan layanan yang praktis dan efisien.

3. Kebutuhan dan Keinginan 
  • Kebutuhan adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi konsumen. 
  • Keinginan bersifat lebih emosional dan berkaitan dengan preferensi serta gaya hidup. 
Strategi ritel yang baik adalah strategi yang mampu menyeimbangkan pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen. 

4. Sikap dan Perilaku Belanja 
Sikap konsumen memengaruhi keputusan pembelian, seperti sensitivitas terhadap harga, loyalitas merek, dan respons terhadap promosi. Data perilaku belanja global menunjukkan bahwa preferensi belanja dapat berbeda antar wilayah dan budaya.

5. Tindakan Peritel 
Keputusan peritel terkait harga, lokasi toko, metode pembayaran, hingga layanan purna jual juga memengaruhi perilaku pembelian konsumen.

6. Faktor Lingkungan 
Faktor lingkungan meliputi kondisi ekonomi, teknologi, budaya, dan persaingan bisnis. Faktor ini bersifat dinamis dan harus selalu dipantau oleh peritel.


PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN KONSUMEN 
Proses keputusan pembelian konsumen umumnya melalui beberapa tahap: 
  1. pengenalan masalah 
  2. pencarian informasi 
  3. evaluasi alternatif 
  4. keputusan pembelian 
  5. perilaku pasca pembelian 
Demografi dan gaya hidup sangat memengaruhi setiap tahap dalam proses ini, sehingga peritel perlu menyesuaikan strategi pemasarannya. 

MERANCANG STRATEGI SASARAN PASAR 

Strategi sasaran pasar diranceng melalui beberapa langkah utama: 
  1. menentukan pendekatan pasar sasaran 
  2. memilih pasar sasaran yang spesifik 
  3. mempelajari karakteristik, kebutuhan, dan sikap pasar sasaran
  4. menganalisis cara konsumen mengambil keputusan 
  5. mengembangkan dan menerapka bauran strategi ritel yang sesuai 
Langkah-langkah ini membantu peritel fokus pada segmen konsumen yang paling potensial. 

PENGUMPULAN INFORMASI DALAM BISNIS RITEL 
Pengumpulan informasi merupakan proses berkelanjutan yang bertujuan mengurangi risiko kesalahan keputusan. Informasi harus dikumpulkan, dianalisis, dan diperbarui secara rutin.
Aliran Informasi dalam Saluran Distribusi
dalam sistem ritel yang efektif, informasi mengalir di antara tiga pihak utama: 
  • Pemasok : membutuhkan data penjualan, inventaris, dan umpan balik konsumen 
  • Pengecer : membutuhkan informasi produk, tren, dan preferensi pelanggan 
  • Konsumen : membutuhkan informasi produk, harga, garansi, dan layanan 
SISTEM INFORMASI RITEL DAN MANAJEMEN BERBASIS DATA 
Sistem Informasi Ritel (SIR) mendukung perencanaan strategis dengan cara:
  • mengumpulkan dan menganalisis data 
  • menyimpan dan memperbarui basis data 
  • mendukung pengambilan keputusan manajerial
Manajemen berbasis data dilakukan melalui lima tahap:
  • perencanaan basis data 
  • pengumpulan informasi 
  • penyimpanan data 
  • pembaruan data 
  • analisis data 
Teknologi seperti UPC (Universal Product Code) dan EDI (Electronic Data Interchange) membantu peritel dan pemasok bertukar data secara cepat dan akurat.

PERAN RISET PEMASARAN 
Riset pemasaran merupakan bagian penting dari gathering information. Prosesnya meliputi:
  1. mendefinisikan masalah
  2. mengkaji data sekunder 
  3. mengumpulkan data primer 
  4. menganalisis data 
  5. memberikan rekomendasi dan implementasi 

Data sekunder berasal dari sumber internal maupun eksternal, sedangkan data primer dikumpulkan secara langsung untuk menjawab masalah tertentu.

KESIMPULAN
Targeting customer dan gathering information merupakan fondasi utama dalam strategi bisnis ritel modern. Dengan memahami konsumen secara mendalam dan didukung oleh sistem informasi yang baik, peritel dapat:
  • menentukan pasar sasaran yang tepat 
  • menyusun strategi pemasaran yang efektif 
  • meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan 

Pendekatan berbasis data dan riset yang berkelanjutan akan membantu peritel bertahan dan unggul dalam persaingan bisnis yang semakin ketat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMBANGUN dan MEMPERTAHANKAN HUBUNGAN dalam BISNIS RITEL

PENGELOLAAN BARANG DAGANGAN DALAM BISNIS RITEL

PEMILIHAN LOKASI BISNIS RETAIL dan AREA PERDAGANGAN