MENUMBUHKAN BISNIS BARU

PERTUMBUHAN BISNIS (BUSSINES GROWTH) 


Melalui perencanaan pertumbuhan bisnis yang baik, tim analis bisnis perusahaan dapat menciptakan keputusan dan strategi bisnis di masa mendatang (growth strategy), sehingga, nantinya perusahaan memiliki daya saing bisnis antar kompetitor dan posisi pasar yang terbaik.
Sederhananya, pertumbuhan bisnis fokus pada peningkatan skala perencanaan penjualan dan operasi perusahaan yang terukur. Oleh karena itu, sebuah bisnis dikatakan mengalami pertumbuhan ketika :
  1. Menghasilkan lebih banyak produk akibat dari upaya meningkatkan kapasitas produksi sehingga mempengaruhi peningkatan penjualan produk atau layanan ke pelanggan. 
  2. Membutuhkan lebih banyak karyawan di samping mampu mempertahankan sejumlah karyawan lama (employee retention) untuk mendukung layanan pelanggan hingga peroduksi barang atau layanan bisnis yang lebih optimal (supply chain manajement). 
  3. Memperluas jangkauan (reach) jumlah atau basis pelanggan. Dengan begitu, perusahaan berkesempatan dapat meningkatkan pengalaman pelanggan yang lebih positif. 
  4. Meningkatnya pendapatan bisnis (revenue). 
  5. Kenaikan harga saham dan posisi pasar sehingga mempengaruhi nilai perusahaan di mata pelanggan. 
Kelima faktor tersebut juga merupakan metrik business growth yang harus dijaga agar bisnis tumbuh mempengaruhi pasar (brand authority) dan menghasilkan keuntungan sebanyak – banyaknya. Misalnya, usaha kecil dapat berhasil memasuki pasar baru dengan modal (capital injection) dan sumber daya manusia yang lebih banyak serta juga dapat memberikan keunggulan kompetitif di antara para kompetitor bisnis agar sukses mencapai pangsa pasar yang luas.

Pertumbuhan bisnis mengacu pada peningkatan skala operasi perusahaan. Dapat menggunakan indikator berikut untuk menunjukkan bahwa perusahaan sedang tumbuh :
  1. Produksi : perusahaan menghasilkan lebih banyak output karena peningkatan kapasitas produksi. 
  2. Penjualan dan Keuntungan : perusahaan menjual lebih banyak barang, berkontribusi positif terhadap peningkatan pendapatan dan laba. 
  3. Jumlah Karyawan : seiring pertumbuhan perusahaan, mereka membutuhkan lebih banyak pekerja. 
  4. Jumlah Pelanggan : jika jumlah pelanggan meningkat, perusahaan dapat menjual lebih banyak produk dan mendorong mereka meningkatkan produksi. 
  5. Nilai Perusahaan : untuk perusahaan publik, perusahaan yang tumbuh melihat harga sahamnya naik, sehingga meningkatkan kapitalisasi pasar. 

EMPAT JENIS KATEGORI PERTUMBUHAN BISNIS 
1. Organic Growth 
Pertumbuhan bisnis organik atau organic growth adalah pertumbuhan bisnis paling sederhana yang mana memanfaatkan semua sumber daya atau aset dari dalam perusahaan (business assets). Dengan menggunakan strategi bisnis ini, perusahaan akan memaksimalkan sumber daya internal tanpa campur tangan dari pihak luar perusahaan.

2. Strategic Growth 
Metode pertumbuhan strategis atau strategic growth adalah pilihan yang bagus setelah selesainya tahap pertumbuhan organik sebab tidak seperti pertumbuhan organik, pertumbuhan ini berfokus pada business growth berkelanjutan dalam jangka panjang (sustainable growth). Misalnya, peluncuran produk baru (product launch) hingga pembaruan strategi pemasaran yang menargetkan audiens pasar baru yang spesifik (niche marketing).

3. Internal Growth 
Pertumbuhan internal dalam bisnis atau internal business growth adalah upaya perusahaan untuk tumbuh tanpa membutuhkan biaya modal (fixed cost) dari pihak eksternal. Dengan kata lain, perusahaan akan memanfaatkan dan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia tanpa memerlukan investasi keuangan yang besar.

4. Partnership atau Merger 
Terakhir adalah jenis pertumbuhan bisnis dengan sistem partnership atau merger dan akuisisi yang juga dikenal dengan inorganic growth. Business growth melalui upaya kemitraan, merger, atau akuisisi umumnya dianggap sebagai jenis pertumbuhan paling berisiko tetapi juga cara yang memiliki potensi imbalan tertinggi. 


EMPAT MACAM STRATEGI PERTUMBUHAN BISNIS 
Selain keempat jenis di sebelumnya, upaya pertumbuhan bisnis terbagi menjadi beberapa strategi yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan besar hingga UMKM. Pembagian strategi yang paling terkenal dan banyak diimplementasikan oleh analis bisnis adalah konsep Igor Ansoff sebagai berikut :

1. Product Development : Product Development Pengembangan produk atau product development adalah segala tahap yang bertujuan untuk mengembangkan produk dari sebuah konsep atau ide sesuai dengan selera pasar. Selama penerapan strategi ini, perusahaan membuat konsep, desain, rencana konten, hingga strategi pemasaran produk untuk pasar yang sudah ada, baik produk baru atau produk yang rebrand (brand refresh).

2. Market Development : Berbeda dengan pengembangan produk, pengembangan pasar atau market development adalah memperkenalkan layanan atau produk yang sudah ada ke segmen pasar baru. Dapat menentukan segmen target baru berdasarkan persona pembeli, seperti demografi (usia, jenis, kelamin, pekerjaan, dan lain – lain), kebutuhan atau permintaan pelanggan (demand), gaya hidup, keminatan, dan preferensi pelanggan baru atau dengan meningkatkan penjualan (upselling) ke pelanggan yang sudah ada.

3. Diversification : Strategi diversification adalah upaya suatu brand menumbuhkan bisnisnya dengan mengembangkan dan memasarkan produk baru ke segmen pasar baru atau area di mana perusahaan tidak memiliki riwayat penjualan sebelumnya. Kendati demikian, strategi ini berisiko tinggi untuk perusahaan jalankan, apalagi bagi bisnis UMKM. Namun, menjanjikan banyak potensi imbalan atau ROI yang tinggi. 

4. Market Penetration : Penetrasi pasar atau market penetration adalah strategi di mana brand bisnis bisa memperoleh pangsa pasar yang lebih luas dan meningkatkan basis pelanggannya tanpa mengubah bentuk asli produk atau layanannya. Melainkan dengan metode – metode yang menguntungkan pelanggan, seperti diskon harga, bonus, dan lain – lain (pricing strategy). Strategi ini berkaitan erat dengan strategi pemasaran STP (Segmentation, Targeting, dan Positioning) yang bermanfaat dalam meningkatkan brand equity, brand image, brand value. 

CARA MENUMBUHKAN BISNIS 

Ada dua opsi untuk menumbuhkan bisnis, yaitu :

  1. Pertumbuhan internal – mengandalkan sumber daya dan kemampuan internal.
  2. Pertumbuhan eksternal – mengkombinasikan sumber daya kemampuan internal dan eksternal.

Pertumbuhan Internal 
Istilah lain pertumbuhan internal adalah pertumbuhan organik. Perusahaan memperluas bisnis dari dalam, mengandalkan sumber daya dan kapabilitas internal sendiri. Menggunakan modal internal, perusahaan dapat menumbuhkan bisnis dengan :
  • Menambah jumlah pekerja
  • Meningkatkan kapasitas produksi
  • Buka outlet atau kantor cabang baru
  • Meningkatkan jumlah barang yang terjual melalui iklan yang agresif 
  • Menawarkan varian baru dari produk yang sudah ada ke pasar saat ini
  • Memperluas segmen pasar
  • Ekspansi ke pasar baru, misalnya pasar internasional
Pertumbuhan Eksternal 
Dalam pertumbuhan eksternal, perusahaan menggabungkan sumber daya dan kapabilitas, baik internal dan eksternal. Dengan kata lain, perusahaan melibatkan pihak luar (perusahaan lain) untuk tumbuh.

BEBERAPA OPSI YANG MUNGKIN DIPILIH PERUSAHAAN 

Integrasi bisnis melibatkan dua pilihan : merger dan akuisisi. Merger adalah konsolidasi bisnis dua perusahaan menjadi satu entitas yang lebih besar. Sebelum merger, kedua perusahaan beroperasi secara independen. Setelah merger, hanya satu perusahaan yang bertahan, sedangkan yang lain tidak ada lagi.

Sementara itu, akuisisi melibatkan pembelian perusahaan lain (target), namun masing – masing masih beroperasi secara independen. Setelah akuisisi, target menjadi anak perusahaan dari pengakuisisi.

Dua jenis akuisisi adalah akuisisi ramah (friendly acquisition) dan akuisisi bermusuhan (hostile takeover).

Tiga jenis integrasi bisnis adalah :

  1. Integrasi horizontal
  2. Integrasi vertikal
  3. Integrasi konglomerat

ALIANSI STRATEGIS 

Aliansi strategis adalah perjanjian antara dua atau lebih perusahaan untuk berbagi sumber daya untuk melaksanakan proyek spesifik dan saling menguntungkan. Masing – masing pihak tetap independen satu sama lain.

Aliansi strategis berbeda dari usaha patungan. Yang terakhir adalah badan hukum terpisah, sedangkan aliansi strategis tidak. Aliansi strategis relatif fleksibel daripada usaha patungan. Namun, perbedaan gaya berbisnis dapat menyebabkan konflik dan menyebabkan kegagalan aliansi. 


KESIMPULAN 

  1. Pertumbuhan bisnis (business growth) adalah bagian dari target manajemen. Dengan tumbuh, perusahaan dapat menghasilkan lebih banyak uang untuk pemegang saham. Pertumbuhan juga penting bagi daya saing kompetitif.
  2. Pertumbuhan perusahaan sangat diharapkan oleh pihak internal maupun eksternal perusahaan, karena pertumbuhan yang baik memberi tanda bagi perkembangan perusahaan.
  3. Tips mempercepat pertumbuhan bisnis : merekrut tenaga pemasaran berbakat, tingkatkan retensi pelanggan, analisis pesaing, bangun kehadiran online, bangun saluran penjualan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMBANGUN dan MEMPERTAHANKAN HUBUNGAN dalam BISNIS RITEL

PENGELOLAAN BARANG DAGANGAN DALAM BISNIS RITEL

PEMILIHAN LOKASI BISNIS RETAIL dan AREA PERDAGANGAN